Di New York—kota yang lebih akrab dengan sirene daripada sajadah—sebuah ayat dibacakan.
Bukan di masjid. Bukan di pengajian.
Tapi di hadapan kekuasaan.
Walikota Muslim Zohran Mamdani memilih cara yang tak biasa: menyentil ICE, lembaga imigrasi federal yang kerap disebut rapi di aturan namun kasar di praktik, dengan cahaya Al-Qur’an. Tanpa teriak. Tanpa makian. Cukup ayat—dan ruangan mendadak sunyi.
Ia mengingatkan tentang Al-Ghuraba—kaum asing, para pendatang, mereka yang kerap disingkirkan namun justru dijanjikan kemuliaan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing. Maka berbahagialah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)
Pesannya jelas:
membela migran bukan sekadar urusan dokumen dan stempel.
Itu amanah langit.
Dan ketika hukum kehilangan nurani, ayat datang untuk mengingatkan.
Ironis? Mungkin.
Di negeri yang mengaku menjunjung HAM, justru kitab suci yang harus mengajarkan arti adil.
🎥 Tonton sampai akhir—karena momen ini bukan soal politik semata, tapi tentang iman yang berdiri tenang di tengah badai kekuasaan.
Apa. Khabar..
-
Tuesday, 25 June 2024 Suara Ramli Sarip yang serak2 basah daku suka. Mempunyai pengertian yang mendalam lagu ni.. Seni...Ramlie Sarip...
-
TOLONG DENGAR CERAMAH..NOTA SAYA NAK EDIT...UNTUK SAYA INGAT...BELUM EDIT! Saya nak masuk Tajuk Bulan Rabiul Awal bulan kewafatan Nabi. Seja...
-
Sedapnya... Buah kegemaranku... Hihi.. Anakku order untukku. Nanti pukul 3.000pm Bah dtg makan dgn ku... InsyaaAllah boleh kongsi sama. B...