Khamis, 25 Februari 2016

Wajib lebih mencintai rasulullah saw.

Bab 14. Wajib lebih mencintai rasulullah saw. dari keluarga, anak, orang-tua dan semua manusia, serta memastikan bahwa seseorang yang tidak memiliki cinta semacam ini berarti tidak ada iman dalam dirinya
( HR.MUSLIM No:62 )
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) tidak beriman sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya, hartanya dan semua orang.

Dosa-dosa besar dan yang paling besar

Bab 31. Menerangkan dosa-dosa besar dan yang paling besar
( HR.MUSLIM No:126 )
Hadis riwayat Abdurrahman bin Abu Bakrah ra., ia berkata: Kami sedang berada di dekat Rasulullah saw. ketika beliau bersabda: Tidak inginkah kalian kuberitahu tentang dosa-dosa besar yang paling besar? (beliau mengulangi pertanyaan itu tiga kali) yaitu; menyekutukan Allah, mendurhakai kedua orang tua dan persaksian palsu. Semula Rasulullah saw. bersandar, lalu duduk. Beliau terus mengulangi sabdanya itu, sehingga kami membatin: Mudah-mudahan beliau diam.

Ciptaan Malaikat

Malaikat.

Tersebut dalam sebuah Hadis, Dari Rasullullah SAW, Baginda bersabda:" Sesungguhnya Allah mencipta Malaikat.Sayapnya yang sebelah mencapai bumi bahagian timur. Yang sebelah lagi mencapai bumi bahagian barat. Kepalanya di bawah Arasy dan kedua kakinya di dasar bumi ketujuh. Ia mempunyai bulu sebanyak bilangan makhluk Allah. Ketika seorang lelaki atau perempuan daripada umatku membaca selawat kepadaku, Maka Allah memerintahkan Malaikat itu agar menyelam kedalam lautan dari Nur di bawah Arasy. Malaikat yang menyelam itu kemudian keluar dan mengibas-ngibaskan sayapnya sehingga setiap bulu menitis setitis Nur. Daripada setiap titisan itu Allah menjadikan Malaikat yang memohon keampunan bagi yang tersebut sampai hari Kiamat"






Imam Al-Kalbaani

 


Imam Al-Kalbaani -
former Imam of the Ka'bah, at a conference in London told this amazing story: When he was young, he was a very naughty boy and he would make his mother very angry. But his mother (may Allah bless her) was a very righteous woman and she knew the power of Du'a. She made it her habit that, in her anger at him, she would say this Du'a: 'May Allah guide You! And make you the Imam of the Ka'bah!' Imam Al-Kalbani said, 'so Allah answered her du'a and I went on to become the Imam of the Ka'bah!' Imam Adil Kalbani is the son of a poor immigrant from the Persian Gulf. In an interview with The New York Times, Imam Kalbani said: 'Leading prayers at the Grand Mosque is an extraordinary honor, usually reserved for pure-blooded Arabs from the Saudi heartland.' So he was taken aback when he came to know that King Abdullah had chosen him as the first black Imam of Masjid al-Haram (in recent times), he added. Masha Allah! Lesson: Never underestimate the power of Du'a, for indeed, underestimating the power of Du'a is tantamount to underestimating the power of the One who fulfills it. Also know that the dua of the parent is not rejected, so make a good Du'a!






The Power of Bismillah

The Power of Bismillah Whilst growing up we are pushed to recite Bismillah ir-Rahman ir-Rahim before starting any task or chore and especially before eating. But how many of us understand the meaning behind the phrase? Even for those of us who know the translation, when saying it, how much sincerity is there in our utterance. Firstly it is vital to remember that Allah needs to be remembered daily. Allah is self-sufficient, humans are not. Humans without the remembrance of Allah are like fish without water, we can not live without invoking him. Bismillah ir-Rahman ir-Rahim is a phrase often said to contain the true essence of the entire Qur’an. Prophet Muhammad (peace be upon him) said, “The world will cease to exist, doomsday will start, when the name of Allah is no longer mentioned”. In other words, the primary reason behind our existence today remains because of the very few still invoking the name of Allah on a daily basis, every act and thought is in accordance with his divine will. The phrase shown in the above picture is pronounced Bismillah ir-Rahman ir-Rahim, it is an exquisite phrase which has a profound insight and offers deep inspiration however only so if understood correctly. The common translation is: “In the name of God, most Gracious, most Merciful”. This phrase, in its magnificence is truly an ideal to be expressed with utmost sincerity and gratitude, but I can see how it may fail to capture our hearts. So let’s look deeper into the meaning. Prophet Muhammad (peace be upon him) said, Any important work that does not begin with Bismillah is imperfect. Bismillah The common translation for bismillah is “In the name of Allah”, It’s an expression that really does not make much sense at first sight. To understand it better, it has the connotations of with the blessings of, under the governance of, with the support of, or for the glory of (Allah). In each of these cases, In the name of indicates that one is submitting to, beginning by or glorifying Allah, the most High. Now, let’s take a deeper look into the Arabic roots of the word bismillah. The term bismillah, is a combination of three word

Iman, Islam, ihsan dan kewajiban beriman kepada takdir

2. Kitab Iman
Bab 1. Iman, Islam, ihsan dan kewajiban beriman kepada takdir
( HR.MUSLIM No:10 )
        Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka.

Salat lima waktu adalah salah satu rukun Islam

Assalamualaikum...
Bab 2. Salat lima waktu adalah salah satu rukun Islam
( HR.MUSLIM No:12 )
        Hadis riwayat Thalhah bin Ubaidillah ra., ia berkata: Seseorang dari penduduk Najed yang kusut rambutnya datang menemui Rasulullah saw. Kami mendengar gaung suaranya, tetapi kami tidak paham apa yang dikatakannya sampai ia mendekati Rasulullah saw. dan bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah saw. bersabda: (Islam itu adalah) salat lima kali dalam sehari semalam. Orang itu bertanya: Adakah salat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukan salat sunat. Kemudian Rasulullah bersabda: (Islam itu juga) puasa pada bulan Ramadan. Orang itu bertanya: Adakah puasa lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukan puasa sunat. Lalu Rasulullah saw. melanjutkan: (Islam itu juga) zakat fitrah. Orang itu pun bertanya: Adakah zakat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin bersedekah. Kemudian lelaki itu berlalu seraya berkata: Demi Allah, aku tidak akan menambahkan kewajiban ini dan tidak akan menguranginya. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Ia orang yang beruntung jika benar apa yang diucapkannya.