Jumaat, 14 Mac 2025

Di antara waktu doa paling mustajab dalam solat




Sunnah Yang Ditinggalkan Melayu

Di antara waktu doa paling mustajab dalam solat selain daripada semasa kita bersujud adalah ketika duduk Tawaruk (duduk dengan kaki kiri dihamparkan ke sisi kanan dan punggung di atas lantai) iaitu selepas bacaan Tasyahhud Akhir (Tahiyyat Akhir) dan sebelum memberi salam. Inilah waktu yang tidak pernah ditinggalkan dan sering Nabi Muhammad saw amalkan untuk permohonan doa.

Berdoa ketika ini adalah masyruk dan sunnah dengan disepakati oleh majoriti ulama. Malahan ada kalangan salaf dan khalaf menganggapnya wajib. Sebagaimana Tawus bin Kaisan mengarahkan sesiapa yang tidak membaca doa sebelum salam supaya mengulangi solatnya.

Daripada Ibn Masud: “Kemudian (selepas tasyahhud akhir) hendaklah memilih daripada doa-doa yang paling dikaguminya.”
-HR Bukhari dan Muslim

Di antara doa2 lain selepas bacaan Tasyahhud Akhir sebelum memberi salam yang khusus dan terbaik serta sering diamalkan oleh Rasullullah saw adalah dengan membaca doa berikut :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”
-HR. Bukhari dan Muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، وَعَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ ، فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ ، يَقُولُ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِالدَّجَّالِ ”
Daripada Abu Hurairah Radliyallaahu’anhu, beliau berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang kamu telah bertasyahud (akhir), hendaklah dia memohon perlindungan Allah daripada empat perkara.” Iaitu dengan membaca (doa di atas).
-Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu’anhu, Rasulullah saw bersabda:

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Jika salah seorang di antara kamu selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan kepada Allah dari empat perkara:
(1) azab neraka jahannam,
(2) azab kubur,
(3) penyimpangan ketika hidup dan mati,
(4) keburukan Al masih Ad Dajjal.”
-HR Muslim

Mari kita berusaha menghafal, menghayati dan mengamalkan doa selepas bacaan Tasyahhud Akhir (Tahiyyat Akhir) ini untuk memohon perlindungan daripada Allah سبحانه وتعالى daripada 4 jenis perkara / fitnah besar tersebut.

Doa2 diatas dibaca semasa masih lagi didalam Solat iaitu sewaktu duduk didalam keadaan Tahiyat Akhir selepas selesai membaca kesemua bacaan tahiyat akhir solat SEBELUM Memberikan Salam dan menamatkan Solat.

 
Manakala Sewaktu Solat berjemaah, walaupun pada waktu itu mustajab dan disunatkan berdoa, TETAPI jika sebagai MAKMUM, kitaWAJIB MENGIKUTI IMAM. Jadi sekiranya sempat bolehlah membaca doa tersebut tetapi Jika Imam Telah Memberikan Salam iaitu Mengakhiri Solat Berjemaah Tersebut maka antum WAJIB Mengikut Imam memberi salam dan Menyelesaikan Solat Tersebut.

Maknanya Dijelaskan Lagi Jika Didalam Solat Berjemaah Setelah Kita Selesai membaca Tahiyat Akhir itu, Sementara Imam BELUM MEMBERIKAN SALAM Untuk Mengakhiri Solat jemaah maka selagi itu dibolehkan membaca Doa2 Tersebut Akan TETAPI jika sewaktu membecanya Imam Sudah Memberikan Salam untuk menamatkan Solat Tersebut maka Antum semua WAJIB Berhenti membaca Doa itu dan memberikan Salam Kerana Kewajipan mengikut imam Itu Lebih utama Seperti disebutkan didalam Hadis, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا وَإِنْ صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا وَنَزَلَ لِتِسْعٍ وَعِشْرِينَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ آلَيْتَ شَهْرًا فَقَالَ إِنَّ الشَّهْرَ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ

“Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka jika dia bertakbir, maka bertakbirlah kamu. Jika dia rukuk, maka rukuklah kamu. Jika dia sujud, maka sujudlah kamu. Jika dia solat dengan berdiri, maka solatlah kamu dengan berdiri.”
-HR Bukhari dan Muslim

Maka Doa ini Sangat Dituntut untuk membacanya dikala Kita semua Bersolat sunat sendirian, Jangan Lepaskan Peluang ini.. InshaALLAH..

Wallahualam..

 

Tiada mak yg sempurna


 

LARANGAN MENAFSIRKAN AL-QUR’AN DENGAN PENDAPAT SENDIRI atau LOGIKA

 Larangan menafsirkan agama menurut pendapat sendiri.

“barang siapa yang menafsirkan al-Qur’an menurut pendapatnya sendiri, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya dari api neraka”(HR. Muslim)

Allah berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

“janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya” (al-Isra: 36)

Umar bin Khaththab berkata: “berprasangka buruklah kepada pendapatmu sendiri dalam urusan agama”

Agama bukan ditafsir dengan akal !

Ali bin Abu Thalib berkata:

“Kalau agama adalah dengan akal maka tentu bagian bawah khuf lebih layak untuk dihusap dari pada bagian atasnya”.

Dan Syaikh Ibnu Taimiyah berkata:

“Jika agama tolak ukurnya adalah akal tentu Allah tidak akan menurunkan al-Quran karena secara fitrah manusia mampu menggunakan akal”.

Maka jelas bagi kita agama, al-Quran dan Hadits tidak bisa ditafsirkan dengan akal semata. Sehingga yang bertolak belakang dengan akal kita tolak, tapi yang wajib bagi kita adalah menjadikan akal tunduk kepada al-Quran dan as-Sunnah.

Maka tidak ada alasan bagi kita untuk menolak dalil yang shahih apa lagi tsabit dari Rasulullah. Awal dari sebuah kesesatan adalah dengan penolakan seperti khawarij yang menolak taat pada pemerintah Utsman bin Affan.

KAIDAH DASAR ILMU TAFSIR

sumber hukum dalam agama islam yang paling utama adalah al-Quran dan as-Sunnah maka penting bagi kita untuk memahami kandungannya tersebut dengan ilmu tafsir yang shahih dari Nabi.

Adapun beberapa kaidah dasarnya adalah:1. Memahami ilmu bahasa Arab, karena al-Quran dan as-Sunnah memakai b. Arab. Maka penting untuk memahami ilmu ini karena bahasa Arab adalah bagian dari agama ini.

2. Metode penafsiran pada salaf. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “ayat al-Quran ditafsirkan oleh ayat lain pada tempat lain, karena terkadang ayat al-Quran saling menafsirkan satu sama lainnya.

Apa bila tidak ditemukan ayat lain yang menafsirkannya maka carilah tafsirnya pada hadits Nabi. Dan apa bila tidak ditemukan tafsirnya pada hadits Nabi maka carilah tafsirnya pada perkataan para sahabat, karena mereka belajar langsung tafsirnya pada Nabi dan al-Quran diturunkan di tengah-tengah mereka, mereka menyaksikan langsung diturunkannya al-Quran.

Dan apa bila tidak dijumpai tafsirnya pada perkataan para sahabat maka tafsirkanlah dengan penafsiran para tabi’in karena mereka belajar langsung kepada para sahabat” (Majmu Fatawa)

Inilah metode penafsiran para salaf yang menafsirkan merujuk kepada para generasi terbaik, adapun contoh-contohnya:

A. Surat al-Baqarah: 219 ditafsirkan oleh an-Nisa: 43 dan al-Maidah: 90-91

B. Ali Imran: 103 ditafsirkan oleh ath-Thagabun: 16

C. Contoh ayat yang saling menafiskan adalah surat al-Maidah: 44, 45, 47.

3. Mengetahui asbabun nuzul suatu ayat dan asbabun wurud suatu hadits. Ini penting untuk dapat beristidlal (berdalil) untuk berhujjah dengan benar sehingga mampu menempatkan dalil pada tempatnya yang benar.

Inilah sedikit kaidah dasar dalam ilmu tafsir, maka janganlah kita menafsirkan agama dengan menurut kita sendiri atau hanya katanya. Ikuti tafsirnya atau tafsirkan sendiri dengan ilmu jika kita mampu. Jika tidak mampu maka ikuti pemahaman para ulama, dan ulama salaf mereka adalah sebaik-baiknya generasi.

Alangkah benar perkataan Ibnu Abbas tatkala beliau mendatangi kelompok khawarij yang memusuhi para ulama dan menafsirkan al-Quran menurut pendapatnya sendiri, beliau berkata:

“Aku datang dari para sahabat Rasulullah, dari kalangan muhajirin dan anshar dan dari anak paman Nabi serta menantunya (Ali bin Abi Thalib) dan tidak satupun seorang sahabat yang bersama kalian, padahal kepada mereka al-Quran diturunkan dan mereka lebih tahu tentang tafsirnya dari pada kalian” (riwayat Abu Dawud: 4037, ath-Thabary dalam Mu’jam Kabir: 10/257-258).

Maka kembalilah kepada para ulama,

وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ

“Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri (pemimpin dan ulama) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (yakni dari Rasul dan ulil amri)” (an-Nisa: 83)

“Maka bertanyalah kamu kepada ahli dzikir (ulama) jika kamu tidak mengetahui” (an-Nahl: 43).

“Akan muncul di akhir zaman suatu kaun yang berusia muda dan dangkal ilmu dengan berdalih pada al-Quran. Mereka keluar dari islam seperti keluarnya busur dari anak panah, iman mereka tak sampai tenggorokkan mereka.” (HR. Bukhary: 5057)

Ditulis secara singkat dan sederhana oleh:Omar Ibrahim al-Imanulmuslim

*Sumber: berbagai rujukan Manhaj Salaf

reposting : https://majlissunnah.wordpress.com/2011/11/29/larangan-menafsirkan-al-quran-dengan-pendapat-sendiri/

PERBANYAK BANYAK QUR'AN MU DIBULAN RAMADHAN - UST. KHALID BASALAMAH

YA RABB...SABARKAN AKU NORAINIMU DENGAN SABAR YANG CANTIK...TIADA KELUHAN,

 

YA RABB...SABARKAN AKU NORAINIMU DENGAN SABAR YANG CANTIK...TIADA KELUHAN,


SETELAH 40 TAHUN NABI YAAKUB DIKETEMUKAN DGN  PUTERA2NYA....
AKU BANYAK MENANGIS HARI NI ...AKU BACA SURAH YUSUF...MAASYAALAH BERCUCURAN AIRMATAKU.   40 TAHUN MASA PERPISAN  NABI YAAKUB DENGAN NABI YUSUF...SEDEH SANGAT...

Salam Jumaat Penghulu segala hari...

 

Salam Jumaat Penghulu segala hari...

 

AKU MEMOHON PERTOLONGANMU, PERELOKKANLAH SEGALA URUSANKU

Kepada Allah ku berserah

 KEPADA ALLAH DAKU SERAHKAN URUSANKU KERANA HANYA DIA YANG MENGETAHUI URUSAN HAMBA.........AAMIIN

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA HIDUP, MAHA BERDIRI SENDIRI ,DENGAN RAHMATMU  AKU MEMOHON PERTOLONGANMU, PERELOKKANLAH SEGALA URUSANKU DAN JANGANLAH ENGKAU BIARKAN NASIBKU DITENTUKAN OLEH DIRIKU SENDIRI,WALAUPON SEKELIP MATA..... AAMIIN

DARIPADA ENGKAU KAMI DATANG DAN KEPADAKU TEMPAT KAMI KEMBALI, YA ALLAH KAU JADIKANLAH MUSIBBAHKU INI PAHALA DAN KAU GANTIKANLAH YANG LEBIH BAIK DARIPADA INI........ AAMIIN.

Apa. Khabar..