Di New York—kota yang lebih akrab dengan sirene daripada sajadah—sebuah ayat dibacakan.
Bukan di masjid. Bukan di pengajian.
Tapi di hadapan kekuasaan.
Walikota Muslim Zohran Mamdani memilih cara yang tak biasa: menyentil ICE, lembaga imigrasi federal yang kerap disebut rapi di aturan namun kasar di praktik, dengan cahaya Al-Qur’an. Tanpa teriak. Tanpa makian. Cukup ayat—dan ruangan mendadak sunyi.
Ia mengingatkan tentang Al-Ghuraba—kaum asing, para pendatang, mereka yang kerap disingkirkan namun justru dijanjikan kemuliaan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing. Maka berbahagialah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)
Pesannya jelas:
membela migran bukan sekadar urusan dokumen dan stempel.
Itu amanah langit.
Dan ketika hukum kehilangan nurani, ayat datang untuk mengingatkan.
Ironis? Mungkin.
Di negeri yang mengaku menjunjung HAM, justru kitab suci yang harus mengajarkan arti adil.
🎥 Tonton sampai akhir—karena momen ini bukan soal politik semata, tapi tentang iman yang berdiri tenang di tengah badai kekuasaan.
Memaparkan catatan dengan label Detik-detik Warga New York Kagum: Walikota Muslim Sentil ICE dengan Ayat Al-Qur’an. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Detik-detik Warga New York Kagum: Walikota Muslim Sentil ICE dengan Ayat Al-Qur’an. Papar semua catatan
Jumaat, 20 Februari 2026
Langgan:
Ulasan (Atom)
Apa. Khabar..
-
Sedap sungguh gulai ikan Pari masak gulai rempah letak bendi. MaasyaaAllah sedap sangat. Syukur Rabbku.
-
Indahnya isteri yang di nafkahi suami. .. MaashaaAllah... janganlah isteri2 tak bersyukur dan tidak taat kepada suami. Jika mereka tidak be...
-
Lama hanya lah hitungan masa...Tak terluntur kenangan indah diantara kitaaaaa. (AKU DAN KAU)
-
Aku nak pergi makan ...Tiba2 aku teringat Seruling Senja...apa isi lagu ni ya... Sat lagi aku tengok...Hold on Eni ...aku kena telan ubat du...