Khamis, 25 Februari 2016

The Power of Bismillah

The Power of Bismillah Whilst growing up we are pushed to recite Bismillah ir-Rahman ir-Rahim before starting any task or chore and especially before eating. But how many of us understand the meaning behind the phrase? Even for those of us who know the translation, when saying it, how much sincerity is there in our utterance. Firstly it is vital to remember that Allah needs to be remembered daily. Allah is self-sufficient, humans are not. Humans without the remembrance of Allah are like fish without water, we can not live without invoking him. Bismillah ir-Rahman ir-Rahim is a phrase often said to contain the true essence of the entire Qur’an. Prophet Muhammad (peace be upon him) said, “The world will cease to exist, doomsday will start, when the name of Allah is no longer mentioned”. In other words, the primary reason behind our existence today remains because of the very few still invoking the name of Allah on a daily basis, every act and thought is in accordance with his divine will. The phrase shown in the above picture is pronounced Bismillah ir-Rahman ir-Rahim, it is an exquisite phrase which has a profound insight and offers deep inspiration however only so if understood correctly. The common translation is: “In the name of God, most Gracious, most Merciful”. This phrase, in its magnificence is truly an ideal to be expressed with utmost sincerity and gratitude, but I can see how it may fail to capture our hearts. So let’s look deeper into the meaning. Prophet Muhammad (peace be upon him) said, Any important work that does not begin with Bismillah is imperfect. Bismillah The common translation for bismillah is “In the name of Allah”, It’s an expression that really does not make much sense at first sight. To understand it better, it has the connotations of with the blessings of, under the governance of, with the support of, or for the glory of (Allah). In each of these cases, In the name of indicates that one is submitting to, beginning by or glorifying Allah, the most High. Now, let’s take a deeper look into the Arabic roots of the word bismillah. The term bismillah, is a combination of three word

Iman, Islam, ihsan dan kewajiban beriman kepada takdir

2. Kitab Iman
Bab 1. Iman, Islam, ihsan dan kewajiban beriman kepada takdir
( HR.MUSLIM No:10 )
        Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka.

Salat lima waktu adalah salah satu rukun Islam

Assalamualaikum...
Bab 2. Salat lima waktu adalah salah satu rukun Islam
( HR.MUSLIM No:12 )
        Hadis riwayat Thalhah bin Ubaidillah ra., ia berkata: Seseorang dari penduduk Najed yang kusut rambutnya datang menemui Rasulullah saw. Kami mendengar gaung suaranya, tetapi kami tidak paham apa yang dikatakannya sampai ia mendekati Rasulullah saw. dan bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah saw. bersabda: (Islam itu adalah) salat lima kali dalam sehari semalam. Orang itu bertanya: Adakah salat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukan salat sunat. Kemudian Rasulullah bersabda: (Islam itu juga) puasa pada bulan Ramadan. Orang itu bertanya: Adakah puasa lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukan puasa sunat. Lalu Rasulullah saw. melanjutkan: (Islam itu juga) zakat fitrah. Orang itu pun bertanya: Adakah zakat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin bersedekah. Kemudian lelaki itu berlalu seraya berkata: Demi Allah, aku tidak akan menambahkan kewajiban ini dan tidak akan menguranginya. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Ia orang yang beruntung jika benar apa yang diucapkannya.

                                   

Orang yang mati dalam keadaan menetapi tauhid, niscaya akan masuk surga

Assalamualaikum...
2. Kitab Iman
Bab 10. Dalil yang menunjukkan bahwa orang yang mati dalam keadaan menetapi tauhid, niscaya akan masuk surga
( HR.MUSLIM No:47 )
        Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Rasulullah saw. dan Muaz bin Jabal berboncengan di atas tunggangan. Rasulullah saw. bersabda: Hai Muaz. Muaz menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. memanggil lagi: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Sekali lagi Rasulullah saw. memanggil: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bersabda: Setiap hamba yang bersaksi bahwa: Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, maka Allah mengharamkan api neraka atasnya. Muaz berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku memberitahukan hal ini kepada orang banyak agar mereka merasa senang? Rasulullah saw. bersabda: Kalau engkau kabarkan, mereka akan menjadikannya sebagai andalan.

                                     

Keutamaan Islam dan ajarannya yang paling utama

2. Kitab Iman
Bab 12. Menerangkan keutamaan Islam dan ajarannya yang paling utama
( HR.MUSLIM No:56 )
        Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata: Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw. Islam manakah yang paling baik? Rasulullah saw. bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.
( HR.MUSLIM No:57 )
        Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata: Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw: Orang Islam manakah yang paling baik? Rasulullah menjawab: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
( HR.MUSLIM No:59 )
        Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
 

Sikap-sikap yang mendatangkan manisnya iman

Assalamualaikum...


Bab 13. Menerangkan sikap-sikap yang mendatangkan manisnya iman
( HR.MUSLIM No:60 )
        Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.
( HR.MUSLIM No:60 )
        Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.


Rabu, 24 Februari 2016

Satu Kenangan satu Ketenangan...

Sejuk...damai...tenang ....sihat...
Mengimbau kenangan masa lalu


Terkenang di masa dulu...
Hatiku merasa pilu...
Mungkin tak dapat bertemu,
denganmu cintahati ku...

Masa berganti masa ...
Hatiku tidak lupa...




Saja jani...hehehe...





Anwar kaw - kaw kena balun dengan 2 bekas anak muridnya..

You boleh terima orang yang macam ni? Daku serahkan pada Allah. Allah ada. Aamiin.